KEGIATAN AKADEMIK

Ditulis Oleh : Administrator Dibaca : 59 Kali Tanggal : 03 Januari 2021

STMIK INDONESIA PADANG BERSIAP JADI UNIVERSITAS

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Indonesia Padang, Masyhuri Hamidi menyatakan, STMIK tidak menganggap PNP sebagai adalah saingan. Meskipun yang melamar ke PNP “bagadoro”, namun karena daya tampungnya terbatas, STMIK siap merima limpahan.
"Jika perlu PNP bisa mengirim alumni D-3 TI untuk melanjutkan ke S-1 dan S-2 TI ke STMIK," seloroh Masyhuri, dilansir dari website PNP, Rabu (30/12/2020).
Lebih lanjut, kata Masyhuri, saat ini STMIK telah submit ‘mendaftarkan’ program S-2 Sistem Informasi, D-3 Bisnis Digital dan D-3 Teknologi Informatika ke Kementerian. Tahun depan STMIK juga bersiap untuk membuka 2 prodi lagi.

"Sehingga target untuk mengubah status menjadi universitas tercapai," kata Masyhuri.
Keseriusan Yayasan dan Direktur STMIK Indonesia ini untuk beralih status menjadi universitas dibuktikan dengan dilakukannya Memorandum of Agreement (MoA) dengan Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Unand.

Bersama Unand, STMIK membuka 2 program studi (prodi) baru, yaitu D-3 Teknologi Informatika, Program S-1 Bisnis Digital, serta Program S-2 Sistem Informasi.
"Ketiga prodi tersebut masih menunggu izin oprasional dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Diharapkan, tahun akademik 2020-2021, prodi tersebut sudah bisa menerima mahasiswa baru," harap Masyhuri.

Masyhuri menerangkan, prodi Informatika dan Bisnis Digital S-1 adalah salah satu jurusan unggulan di Era Revolusi Industri 4.0. Pihaknya berusaha membuka prodi yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya. IT sangat dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0.

Pameonya, siapa yang menguasai IT akan menguasai dunia, bahkan di pelosok pun, nagari membutuhkan IT dan tenaga IT.

"Karena itu juga, kami tidak menganggap Covid-19 sebagai tantangan tapi justru peluang. Kami optimis jumlah mahasiswa kami meningkat ke depan karena kami sudah memiliki kapasitas penerimaan 1600 orang, sementara Unand cuma 300 orang," rinci Masyhuri.

Untuk menjadi universitas, kata Masyhuri, STMIK Indonesia Padang harus memiliki 5 prodi S-1, namun saat ini STMIK baru memiliki 1 prodi S-1, program S-2 hanya sebagai pendukung bagi Universitas. Tambahan dua prodi program S-1 harus dipilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku, 60 persen di bidang eksakta dan 40 persen lagi di bidang sosial.
"Dalam menyelenggarakan program S-2, STMIK minimal harus didukung oleh dosen berpendidikan S-3 atau doktor, namun saat ini STMIK baru memiliki 3 orang doktor," jelas Masyhuri.

Untuk memenuhi jumlah dosen tersebut, sambung Masyhuri, 4 orang dosen yang sedang menjalani pendidikan S-3 diharapkan selesai tahun depan, sehingga STMIK Indonesia Padang memiliki 7 orang doktor. Meskipun kerjasama dijalin STMIK dengan PNP mencakup Tridharma Perguruan Tinggi.

"Tahun depan STMIK yang baru saja menggelar wisuda ke-41 secara daring untuk 135 wisudawan ini tetap memberi kesempatan bagi dosennya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-3, baik di dalam maupun ke luar negeri," tukas Masyhuri.

Selengkapnya baca Haluan.com
Repost: Haluan.com